Selasa, 01 November 2016

Enaknya Hidup Di Luar Negeri

LIVING ABROAD



1. MENGAPA HIDUP DI LUAR NEGRI?
Akhir-akhir ini di kehidupan orang Indonesia, muncul animo untuk hidup di luar negri. Mungkin karena interaksi dgn para wisatawan manca negara yg ditemui di Indonesia, tergambar betapa bahagianya hidup mereka yang balance antara kehidupan pekerjaan mereka dengan kehidupan hiburan mereka dengan berwisata ke Indonesia yangmenggugah rasa ingin tahu dan rasa ingin meniru gaya hidup bahagia mereka, sehingga orang Indonesia mulai ingin hidup di luar negri.

Pada hakekatnya, manusia memang memiliki kehidupan yang harus balance / seimbang antara kehidupan duka dan kehidupan suka-nya. Maksudnya : kita akan kembali semangat bekerja bila kita juga bisa menghibur diri kita sesuai dengan kesukaan kita. Dari pola hidup orang luar negri yg sempat berwisata ke Indonesia kelihatan sekali gambaran kebahagiaan hidup mereka. Setelah penat dengan rutinitas yang mereka lakukan di negara nya, mereka menyempatkan diri untuk memanjakan diri dgn berlibur ke negara lain. Selain itu mereka juga bisa menikmati hasil pekerjaan mereka dengan menghibur diri di negara mereka sendiri. Ini sungguh kehidupan yang menyenangkan. Hidup ini sekali, seyogyanya kita nikmati secara bertanggung jawab.
Dengan membaca sub-judul di atas; "Mengapa Hidup Di Luar Negri?", mungkin beberapa alasan di bawah ini yang menyebabkan trend tersebut muncul terhadap orang-orang Indonesia, yaitu :


--1.a. Faktor keamanan
Belakangan ini sering terjadi konflik di tanah air. Ada yang bermuatan politik, kepentingan ekonomi dan bahkan sara. Rasa cemas mulai muncul di perasaan masyarakat terutama bagi yang merasa bersentuhan langsung dengan penyebab kecemasan itu. Masyarakat Indonesia mulai cendrung memilih menghindari gesekan tersebut dari pada bertahan di posisi semula apalagi untuk menghadapi gesekan tersebut. AMAN adalah pilihan yang paling tidak salah.


--1.b. Faktor ekonomi
Tidak meratanya pembangunan dan belum berhasilnya program KB dan pendidikan, memicu kesenjangan sosial. Segelintir orang hidupnya luar biasa mapan dan di lingkungan merekapun banyak kehidupan orang susah yang mengitarinya. Terlalu jauhnya gap antara si kaya dan si miskin juga memicu masyarakat untuk keluar dari kehidupannya yang selama ini mereka lakoni. Banyak orang yang prustasi karena merasa bahwa mereka sudah hidup keras namun tiada hasil. Akhirnya mereka lebih memilih mengadu nasib di luar negri.


--1.c. Faktor pendidikan
Banyaknya perusahaan-perusahaan di Indonesia yang lebih mengutamakan tenaga kerja yang pernah berpendidikan di luar negri juga memicu hal ini. Di era globalisasi pasar bebas, benar-benar dibutuhkan SDM yang tinggi untuk memenangkan sebuah kompetisi dari suatu jenis usaha. Munculah kata : yang lemah akan ditindas oleh yang kuat. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan tertentu mulai memasang pion-pion mereka yg ber SDM tinggi pada posisi-posisi tertentu di dalam tubuh management perusahaan mereka. Sarjana tamatan nasional mulai di nomor duakan. Selain itu juga tidak seimbangknya pertumbuhan lapangan pekerjaan dengan banyaknya sarjana yang dicetak tiap tahun oleh universitas-universitas yang ada di Indonesia juga menambah pengangguran intelektual. Yaaa ... ini juga pemicu orang Indonesia untuk hidup di luar negri yang targetnya adalah menimba ilmu.


--1.d. Faktor gaya hidup
Kita ambil contoh gaya hidup di Jepang. Banyak warga negara Indonesia yang sedang hidup di negri Sakura ini merasa betah walaupun kehidupan pekerjaan di sana sangat keras. Kedisiplinan hidup di Jepang, budaya antre yang teratur, budaya berkendara ataupun bertetangga sungguh memberi pelajaran bagi warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Seperti tata cara membuang sampah juga termasuk hal kecil-kecil yang menjadi sorotan. Pada awalnya mereka cukup sulit untuk beradaptasi. Namun lama kelamaan kebiasaan positif itu jadi mendarah daging pada kehidupan orang Indonesia di sana. Gaya hidup disiplin, tepat waktu, tepat janji juga berpengaruh. Disaat bekerja benar-benar capek dan disaat menerima hasil juga sangat memuaskan. Ada waktunya bekerja dan jelas juga waktunya untuk menghibur diri.


--1.e. Faktor pernikahan
Banyak sekali warga negara Indonesia saat ini yang tinggal di luar negri karena pernikahan. Pada artikel kali ini saya memusatkan penjelasan pada negara Jepang. Banyak orang Indosesia menikah dengan orang Jepang karena saking senangnya hidup di sana karena pengalaman mereka sebelumnya yang sempat hidup di Jepang dalam kurun waktu yang relatif lebih lama (bukan holiday). Misal : karena sebelumnya sempat magang di Jepang. Dengan pengalaman tersebut mereka merasa nyaman hidup di Jepang dan banyak yang memilih menjadi warga negara sana. Namun untuk mengurus dokumentasi keimigrasian mereka, tidak sedikit yang menemukan hambatan karena selain keterbatasan informasi juga disebabkan oleh banyaknya pernikahan palsu (gisho kekkon). Sehubungan dengan hal tersebut akhirnya pemerintah Jepang lebih mengencangkan kran untuk mengeluarkan ijin visa pernikahan dengan memasang pagar-pagar syarat melalui undang-undang mereka untuk mem-blok gisho kekkon dan melancarkan proses administratif dari pernikahan asli (hounto kekkon).


--1.f. Faktor misionaris
Kembali saya percontohkan dengan hal yang terjadi di Jepang. Untuk hal misionaris saya percontohkan untuk agama Kristen. Di suatu daerah di Jepang, yang disebut Gunma Ken di daerah Takasaki, ada seorang Pendeta yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan untuk melayani kebaktian. Mereka (Pendeta dan umat) menyewa sebuah gedung yang memiliki halaman parkir yang luas untuk tempat mereka mengadakan kebaktian. Jadi bagi umat Kristen yang berada di sana akan mendapatkan siraman rohani setiap minggunya yang dilayani oleh Pendeta itu. Selain itu mereka juga sering melakukan kegiatan sosial seperti mengadakan kunjungan ke rumah sakit - rumah sakit kepada umatnya yang kebetulan sedang sakit. Di daerah Tokyo juga ada, bahkan di sana Pendetanya orang Jepang asli yang sering berkunjung ke Indonesia.

Mungkin itulah beberapa hal penyebab dari meningkatnya animo masyarakat Indonesia untuk hidup di luar negri.


2. BAGAIMANA CARA HIDUP DI LUAR NEGRI?
Banyak cara untuk hidup/tinggal/menetap di luar negri. Untuk tujuan itu kita harus mengerti dulu tentang arti "visa". Pengertian visa (diambil dari situs resmi Imigrasi Jepang) adalah : Visa adalah sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang.

Setelah itu kita juga harus mengenal jenis-jenis visa sesuai dengan tujuan kita untuk memasuki negara tersebut. Jadi kita harus menyesuaikan jenis visa yang akan kita permohonkan untuk tinggal di negara tersebut.

Bagaimana kita bisa hidup/tinggal/menetap di negara tujuan bila kita tidak memiliki pekerjaan untuk menghidupi kita selama di sana. Kalau targetnya bekerja, banyak yang merekomendasikan dengan cara visa kerja. Tetapi secara umum SDM orang Indonesia kalau boleh jujur menilai bahwa akan sangat sulit orang Indonesia untuk mendapatkan visa kerja. Oleh karena itu disarankan memilih visa tinggal yang juga mendapatkan ijin resmi untuk bekerja seperti visa study, visa karena menikah dan lain sebagainya.

Di bawah ini ada beberapa cara orang Indonesia untuk hidup/tinggal/menetap di luar negri yaitu :


--2.a. Dengan visa kerja
Dengan visa kerja dari sebuah negara berarti kita secara otomatis mendapatkan ijin tinggal di negara yang bersangkutan. Hanya saja seperti uraian di atas, tidaklah mudah bagi orang Indonesia untuk mendapatkan visa kerja. Seperti visa kerja untuk bekerja di Jepang. Bahkan negara Jepang tidak akan mengeluarkan ijin / visa untuk negara asing yang ingin bekerja di negaranya bila pekerjaan tersebut juga pada umumnya mampu dilakukan oleh warga negaranya sendiri. Ini mungkin untuk menghindari pengangguran pada usia produktif pada warga negara nya. Sering kali visa kerja untuk Jepang yang mudah untuk mendapatkannya adalah untuk pekerjaan-pekerjaan yang spesifik yang warga negaranya umumnya tidak mampu misal : untuk pekerjaan seperti guru tari Bali, juru masak masakan Jawa, Guru Yoga dan lain sejenisnya.
Lain halnya dengan negara China Macau, Bila kita memiliki 3 hal penting ini maka akan mudah mendapatkan visa kerja yaitu : 1.Kemampuan Bahasa Cantonese dan atau Bahasa Inggris. 2.Pengalaman kerja saat berada di Indonesia. 3.Performa kita yaitu penampilan dan sikap. Belakangan ini warga negara Indonesia mulai melirik negara ini karena selain kita mendapatkan ijin resmi berupa visa kerja, juga karena jenis pekerjaan di sektor formal seperti perhotelan, restoran dan casino yang berpenghasilan lumayan.


--2.b. Dengan visa sekolah
Tidak jarang warga negara Indonesia yang berkedok sekolah untuk mendapatkan ijin kerja di negara Jepang. Namun memang mau tidak mau disela-sela kesibukan kerja kita, kita tidak boleh mengabaikan sekolah karena ada beberapa sekolahan yang akan memutus visa studi kita bila absensi kita kurang dari 85%. Namun ada juga yang memang targetnya adalah ilmu pengetahuan dan bekerja hanya menjadi pengisi waktu luang dengan cara mengambil pekerjaan part time atau seing disebut dengan arubaito.
Umumnya warga negara Indonesia untuk tahap awal akan mengambil jurusan Bahasa Jepang sebelum mengambil jurusan yang lebih spesifik karena bahasa pengantar saat belajar mengajar akan digunakan bahasa Jepang.


--2.c. Dengan visa menikah
Dalam hal ini akan saya percontohkan pernikahan antara warga negara Indonesia dengan warga negara Jepang. Salah satu syarat utama dari kubu mempelai Jepang adalah bahwa yang bersangkutan sudah cukup umur dan tidak dalam ikatan perkawinan atau dikenal dengan kata dokushin. Hal ini bisa ditunjukan dari kartu keluarga yang bersangkutan atau dalam bahasa Jepangnya disebut Kouseki Touhon.Untuk menikah dengan orang Jepang, syarat dari kubu mempelai Indonesianya juga sama, karena pemerintah Jepang tidak mengijinkan warganya untuk menikah dengan warga negara asing yang tidak memenuhi minimal dua syarat tadi. Lebih khusus lagi akan saya percontohkan dengan cara menikah yang dilakukan di Indonesia. Ututannya seperti ini : 1. Warga negara Jepang harus mempersiapkan kouseki touhon nya yang terbaru yg membuktikan bahwa ia sedang dalam kondisi dokushin. 2. Pergi ke Konsulat Jendral Jepang yg ada di Indonesia bersama pasangan dan jangan lupa membawa kouseki touhon tadi untuk memperoleh surat ijin menikah. 3. Setelah mendapatkan surat ijin menikah maka kita akan melanjutkan akad nikah secara agama. 4.Kita bawa akad nikah secara agama tadi + surat ijin menikah dari Konsulat tadi ke kantor catatan sipil untuk memperoleh akte nikah secara catatan sipil. 5. Kita akan mendapatkan 2 buah akte yaitu untuk suami dan untuk istri yang nantinya salah satunya akan dibawa ke Jepang untuk mengurus COE pernikahannya.6. Lebih kurang setelah 3 bulan proses pemerikasaan (kecuali kalau memiliki kartu sakit bagi warga negara Jepang akan mendapatkan percepatan waktu yaitu 40 hari)COE akan selesai. 7. Kirim COE tersebut ke Indonesia untuk memohon visa sebagai istri/suami-nya orang Jepang.


--2.c. Dengan visa suaka politik
Kali inipun akan saya percontohkan untuk visa suaka politik / refugee / nanmin visa di negara Jepang. Sesuai dengan namanya yaitu visa suaka yang berarti kita meminta perlindungan badan terhadap negara yang kita tuju. Secara umum Indonesia memang bukan negara konflik, namun Jepang tetap memberikan visa suaka bagi warga negara Indonesia yang benar-benar terancam nyawa. Kita bisa download form permohonannya di situs resmi Imigrasi Jepang dan downloadlah yang dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Jepang dan di bawahnya berisikan keterangan dengan Bahasa Indonesia. Isi form tersebut sesuai dengan jujur dan sebenar-benarnya. Ajukan permohonan tersebut di kantor Imigrasi Jepang di Shinagawa Tokyo dan jangan lupa membawa foto 4x3 2 lembar yang berpakaian rapi dan bacground biru. Hal penting sebelum pengajuan adalah alamat tinggal sementara kita harus jelas. Karena panggilan untuk interview akan berupa surat yang akan dialamatkan ke alamat yang kita cantumkan pada form aplikasi.


3. KONSULTASI DENGAN MENGISI FORM
Silakan klik link konsultasi untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail.


--3.a. Konsultasi tentang visa kerja Macau
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.b. Konsultasi tentang visa study Jepang
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.c. Konsultasi tentang visa holiday waiver Jepang
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.d. Konsultasi tentang visa refugee Jepang
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.e. Konsultasi tentang visa holiday Korea
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.f. Konsultasi tentang visa holiday Australia
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.



--3.g. Konsultasi tentang visa refugee Australia
Nama Konselor : Bpk Bakri
Link konsultasi klik disini.





visitor seluruh blog partner :




Rekapitulasi pengisian form (hanya unt admin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar